Rabu, 28 Maret 2018

Aplikasi Penjualan Point of Sale (POS)

Walaupun omsetnya masih segini,
Tapi toolsnya sangat membantu sekali buat saya.

Aplikasi Penjualan Point of Sale (POS) Revolusioner Yang Telah Dipercaya 7,881 Pebisnis Online Indonesia Untuk Membantu Melejitkan Omset Penjualan via Chat WhatsApp, Messenger, dan Telegram

Tingkatkan Penjualan 3x Lebih Banyak, Lebih Cepat & Lebih Mudah



Silahkan coba sendiri toolsnya disini => http://bit.ly/MelisaPOS
(Gunakan kode kupon "7E8E49EF"  saat pembelian)



Salam Share
www.WebsitePraktis.com
www.Hadil.co.id
www.FiberOptik.co.id
Selasa, 27 Maret 2018

Riset Kata Kunci Untuk Meningkatkan Penjualan Online


Berbeda dengan jenis Riset Produk pertama yang mencari produk itu laris ato ngga. . .jenis Riset ini bertujuan untuk mencari kata kunci yang banyak di ketikkan pengguna internet di google saat mencari produk kita.

Jenis riset ini diperuntukkan untuk yang jualannya via Blog , Youtube, eh FP n Twitter juga bisa di optimasi dari riset ini. Jadi riset ini bertujuan agar ‘TOKO’ jualan kamu muncul di halaman #1 Google
dengan kata kunci tertentu. Jadi nanti kalo ada orang yang pengen cari headphone di google bisa nemu
‘toko’ kamu di #1 google Keren ga?? MAU ? ayo lanjut dah. . .

inget kata maha guru Jualan Online saya:
“ Kunci Dari Segala Kunci Adalah KATA KUNCI “
Jadi di sini saya akan ajarkan cara me RISET Kata Kunci Produk yang akan kita jual biar bisa nangkring di Halaman #1 Google dengan Kata Kunci tertentu..
- - -
Sebelum masuk materi
Sebaiknya kamu harus tahu dulu tentang buying keyword. Ini penting karena fokus kita posting untuk jualan produk. Apa itu Buying Keyword ...??? Buying keyword adalah kata kunci yang dipakai oleh pengguna search engine ( contoh : Google ) untuk membeli produk tertentu.
Contoh :
Ketika ada orang yang ingin membeli mobil maka di Google Search dia akan mengetik kata kunci " beli mobil ". Nah kata kunci itu tadi tinggal ditambah dengan kata lain yang sekiranya nyambung dengan kalimat intinya. Contoh :
" beli mobil + murah " / " beli mobil + di Surabaya " / " beli mobil + second ".
Berikut beberapa contoh buying keyword:



Karena produk yang akan kita riset :
Smart Bass Over Ear Headphone
Saya akan coba ambil kata “jual headphone” untuk riset di Google Suggestion dulu.
Apa lagi Google Suggestion om?
Ini lho. . . kalo misal kamu ketik kata kunci di kotak pencarian Google, sebelum tekan enter pasti akan muncul Suggestion Kata kunci lainnya.

RISET KATA KUNCI PRODUK
Bingung???
Gini lho... misal saya mau nyari /ketik kata kunci “jual headhphone” di kotak
pencarian google, sebelum saya tekan enter. . nanti akan ada 10 kata kunci
lainnya yang muncul (daftar ke bawah)

RISET KATA KUNCI PRODUK
Nah nongol 10 suggestionnya kan, langsung di catat dulu di kertas yakk. . . pilih yang relevan dengan produk yang akan kita jual. Misal:
- jual headphone murah
- jual headphone sony
2 kata kunci itu yang relevan dengan produk headhphone :
Smart Bass Over Ear Headphone

2 doang om??
Nda dong. . . cari lagi terus. . .
Sekarang kita cari kata kunci turunannya dari kata kunci diatas, misal kita cari kata kunci turunan dari “jual headphone sony ” . . .begini:

RISET KATA KUNCI PRODUK
Dapet tuh, kata kunci yang baru, ambil yang relevan dengan produk saja.
- Jual Headphone Sony Original
- Jual Headphone Sony murah
- Jual Headphone Sony jogja
- Jual Headphone Sony mdr
- Jual Headphone Sony Surabaya
Lakukan juga cara yang sama di pencarian kata kunci turunan dari “jual headphone murah”

Itu doang??
Tenang. . . saya kasih tehnik cari kata kunci lain lagi yang lebih keren.
Coba kamu ketik:
“ jual headphone a (diam) “
“ jual headphone b (diam) “
“ jual headphone c (diam) “
Dst. . . . seperti ini:

RISET KATA KUNCI PRODUK
Tulis lagi beberapa kata kunci yang baru nongol itu ,yang relevan dengan produk.
. . . .
“Banyak banget kata kuncinya om ?? mang nanti buat apa to?”

Gini gaes. . .
misal ada orang pengen beli dan mencari Headphone merk sony di google, lalu mengetik kata kunci:
1. “ Jual Headphone Sony mdr ” . . . lalu muncul ‘toko’ jualan saya di #1 google
2. “ Jual Headphone Sony Original ” . . . lalu muncul ‘toko’ jualan saya di #1 google
3. “ Jual Headphone Sony Surabaya ” . . . lalu muncul ‘toko’ jualan saya di #1 google
4. dst. . .dst. . . ketik kata kunci yang lain (hasil riset) selalu ada ‘toko’ saya di #1 Google.

RISET KATA KUNCI PRODUK
NB:
‘TOKO’ jualan maksudnya: kita membuat akun FB, Twitter, Blog, web, Toped, Youtube untuk jualan produk headphone... jadi saya anggap itu sebagai ‘toko’ nya produk saya.

“Wow, gimana cara bikin akun jualan itu om? “
Tenang. . . pantengin di GRUP terus yah. Nanti Akan saya bikinin EBOOK nya.
- Cara Optimasi ‘Toko’ jualan
- Cara Intip saingan / kompetitor
- Cara nembak Target Market ala Sniper
- dll
Tapi, Sekarang yang kita bahas tentang SUPER RISET nya dulu. 
- - - - -
Yuk lanjut lagi. . .
Gimana? Penak to, kalo tiap kata kunci selalu ada ‘Toko’ kita nyantol di #1 google. . . BANJIR ORDER dah nantinya . \m/ yihaaiiii
. . .
Apalagi kalo kamu bisa meng OPTIMASI SEMUA akun ‘Toko’ jualan . Apa yang terjadi ??
Di tiap kata kunci hasil riset, kamu akan MENGUASAI halaman #1 Google gaes.
. .
Liat gbr dibawah ini, misal orang mencari headphone dengan mengetikkan kata kunci ‘jual
headphone sony mdr’ , apabila saya sudah meng optimasi semua akun ‘TOKO’ jualan yang ada. . .
apa yang terjadi ???

RISET KATA KUNCI PRODUK
Jreng jreng jreng. . . .
Semua akun ‘toko’ jualan saya nangkring di halaman #1 GOOGLE semua. Jadi orang yang mencari headphone, selalu menuju ke ‘toko’ jualan saya. BANJIR ORDERRRRR. . . .

NB:
Sebenarnya saya akan memasukkan materi Riset dengan Google Trends juga. Itu fungsinya untuk mencari target kota mana yang banyak mengetikkan target kata kunci kita.
Tapi di sini, dari Riset di google Suggest pun kita sudah mendapatkan kota-kota mana saja yang muncul di kata kunci yang di target.
. . .
Begini lho, riset di Google Trends
1. Buka https://www.google.co.id/trends/
2. ketikkan kata kunci ‘ jual headphone’ di kotak pencarian, lalu setting
negara: indonesia.
Waktu: 12 bulan terakhir

RISET KATA KUNCI PRODUK
Cek grafiknya: naik turun tapi masih dalam kategori stabil, jadi kata kunci ini termasuk stabil pencariannya.

3. liat di kota mana saja kata kunci “jual Headphone” di ketik/dicari

RISET KATA KUNCI PRODUK
Dengan mendapatkan target Kota pencarian terbanyak, kita jadi bisa FOKUS nembak Kata kunci ‘ jual headphone di Jakarta’ dan ‘ jual headphone di Surabaya’
Jangan memakai kata kunci ‘jual headphone di papua’ . . . mungkin ada yang nyari sih. . .tapi volumenya sedikit, lebih baik FOKUS kan dengan menembak kata kunci dengan banyak pencariannya saja

Salam 300 Juta,
Andre Juragan


sumber : http://ustadblogger.blogspot.co.id

Jumat, 23 Maret 2018

Beberapa Plugin, Tool dan Library Untuk Membuat Custom Web Application

WordPress adalah platform CMS yang sangat tangguh bahkan untuk membuat aplikasi berbasis web seperti CRM, Event Management, Sales Management dan lain-lain. Walaupun demikian, membuat aplikasi seperti itu tidak semudah yang dibayangkan jika hanya mengandalkan core dari WordPress. Untuk itulah dibutuhkan plugin-plugin atau tool/library/helper/framework untuk custom development.
Berikut adalah daftar plugin/library yang biasa saya gunakan dalam mempercepat proses development.

WPPB.ME

Ada 2 cara dalam meng-extend WordPress, cara pertama yaitu dengan membuat Theme/Child Theme dan cara kedua adalah membuat Plugin. Sehubungan saya bukan ahli dalam web desain, maka saya pilih opsi membuat plugin. WPPB adalah generator untuk membuat boilerplate plugin berdasar pada WPPB besutan Tom McFarlin yang kini dikelola oleh Devin Vinson.

 

Composer

Adalah tool dependency manager untuk PHP, biasanya saya “membungkus” beberapa plugin/library menggunakan composer sebagai dependency sehingga user tidak perlu menginstall banyak plugin. Mempelajari bagaimana composer bekerja adalah investasi yang berharga bagi para developer PHP, tidak terkecuali developer WordPress.

PostTypes v2.0

WordPress sudah menyiapkan fungsi-fungsi untuk membuat Custom Post Type, namun beberapa library seperti PostTypes membantu kita dalam mempercepat proses pembuatannya. Beberapa alternatif yang dapat Anda gunakan diantaranya : GenerateWP (native), Extended-CPTs (untuk PHP 7) dan Custom Post Type UI (plugin).

WP Eloquent

Walaupun wpdb (class dalam WordPress untuk memanipulasi database) sudah sangat baik, terutama bagi Anda yang bekerja dengan custom tables. Tetapi jika Anda ingin mengimplementasikan ORM maka Anda butuh library seperti WP Eloquent, sesuai namanya, library tersebut menggunakan Eloquent ORM dari Laravel. Selain itu model untuk tabel-tabel WordPress sudah tersedia, yaitu:
  • Post
  • Comment
  • Post Meta
  • User
  • User Meta

Advanced Custom Fields (ACF) Pro

Membuat form pada halaman admin menjadi sangat menyenangkan dengan plugin ini. Anda dapat membuat berbagai aplikasi dengan memanfaatkan Custom Post Type & Custom Fields, atau minimal untuk membuat prototype/mockup sebelum Anda membuat aplikasi sebenarnya.
Dengan ACF Pro membuat form seperti pada gambar dibawah ini menjadi sangat-sangat mudah.

Selain itu Anda dapat “meng-include” ACF ke dalam theme/plugin buatan Anda sendiri  menjadi sebuah produk tunggal. Silahkan lihat tutorial ini untuk lebih jelasnya.
ACF Pro Installer versi Composer juga tersedia pada url https://github.com/PhilippBaschke/acf-pro-installer. Anda tetap perlu Lisence Key agar dapat mendownload source code-nya.
ACF Pro dibundle dengan harga AUD 25 untuk single site, sedangkan untuk lisensi developer AUD 100 untuk unlimited sites, kedua lisensi tersebut akan mendapatkan update selamanya. Sebuah investasi yang masuk akal.

ACF Theme Code Pro

Plugin ini sangat berguna dalam menghemat waktu, Anda tidak perlu membuka dokumentasi ACF untuk menampilkan field-field pada theme.  Plugin ini akan men-generate kode-kode untuk anda “tempel” pada bagian presentasi/theme website Anda.

Anda tidak perlu memasang plugin ini pada production site, karena memang digunakan untuk development/staging saja.

Advanced Forms

Jika Anda sudah memiliki ACF Pro, Anda tidak perlu lagi membeli plugin untuk membuat form pada front page. Advanced Forms dapat Anda perloleh secara gratis pada WordPress Plugin Repository . Dengan plugin ini semua field pada ACF dapat ditampilkan pada bagian front end website Anda.

wpDataTables

Ketika client Anda membutuhkan laporan dalam bentuk tabel atau grafis, maka wpDataTables adalah penyelamat Anda. Dengan plugin ini membuat tabel data yang responsive dan chart report menjadi sangat mudah, sumber data bisa dari table dalam database yang sama (atau database lain) melalui query SQL, file CSV, Google Doc atau tabel yang Anda buat sendiri melalui plugin ini.
Berikut contoh hasil menggunakan wpDataTables

Table/chart dapat ditampilkan pada bagian backend (admin) ataupun bagian frontend. Sangat menarik bukan?

CSS Hero

Kustomasi theme/plugin yang tidak kita buat sendiri akan cukup merepotkan, namun saya menemukan CSS Hero yang amat sangat membantu dalam mengkustomasi penampilan theme/plugin dari pihak ketiga.
Dengan CSS Hero saya sudah tidak membutuhkan plugin page builder dan semua hasil CSS dapat diimpor sehingga kita tidak perlu memasang plugin ini pada production site. Saksikan video berikut, untuk mengetahui bagaimana plugin ini bekerja.


Kesimpulan

Membangun custom web application memang bukan hal yang mudah, namun dengan WordPress Anda tidak perlu membangun semua itu dari awal. Minimal kita sudah menapatkan basic functionality berupa User Management, User Authentication, Database Wrapper dan Content Management System. Selanjutnya hanya memikirkan bagaimana flow bisnisnya.
Namun itu semua hanya pendapat saya semata, Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk mengejar mimpi Anda. Teruslah berkarya dan semoga kita semua makin berjaya dengan pilihan masing-masing.
Happy WordPressing

sumber : https://solusipress.com
Jumat, 28 April 2017

Studi Kasus [HTML + JavaScript] Objek Select

Berikut latihan Studi Kasus [HTML + JavaScript] Objek Select


Hasil :
Penggunaan Select

Pilih Jurusan :



Jurusan:

Studi Kasus [HTML + JavaScript] Object Text Area

Berikut latihan Studi Kasus [HTML + JavaScript] Object Text Area



Hasil :
Memasukan Data Pada TextArea
Masukan :


Keluaran
Jumat, 07 April 2017

Studi Kasus [SQL] CREATE TABLE, PROCEDURE, TRIGGER, DROP, SELECT, EXEC, WHERE, INNER JOIN, INSERT INTO

Penulis : Karno Ganjar Prasetyo, M.Kom - Portofolio Website

Berikut, soal latihan untuk belajar dan bahan mengajar SQL. Saya di sini menggunakan software SQL Server 2008 R2.

Bahan ini saya gunakan untuk bahan mengajar mata kuliah Database Administrator (SQL Server) di Politeknik LP3I Jakarta - Kampus Depok. Atau jika kamu, mau kuliah di sini bisa mengunjungi webiste PMB LP3I Depok

Untuk source code, sengaja saya buat format gambar, agar anda memaksa diri untuk coding. Bukan copy paste. 





Karno Ganjar Prasetyo, M.Kom

Perbedaan Perintah DELETE TABLE dan DROP TABLE pada SQL Server

Hari ini ada pertanyaan dari salah satu siswa saya, mengenai perbedaab Drop dan Delete. Jika di jelaskan secara teori, mungkin bingung 😀jadi praktek saja ya. Berikut saya ujikan di SQL Server 2008 R2

DELETE TABLE adalah suatu perintah untuk menghapus data dari suatu table tertentu, contoh :



Data - data pada table tersebut terhapus, sementara struktur/table tersebut secara fisik masih ada. Berbeda dengan perintah DELETE TABLE, perintah DROP TABLE pada SQL digunakan untuk menghapus suatu table secara fisik. Sehingga bukan data nya nya saja yang terhapus, tetapi struktur table juga ikut terhapus.