Jumat, 05 Oktober 2018

Run Emulator dan Device di Android Studio

Uji coba aplikasi wajib dilakukan seorang developer. Proses running atau debugging bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu running dengan emulator atau peranti (device). Baik emulator maupun peranti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita sebagai developer tinggal memilih mana yang sesuai dengan keperluan.

Persiapan Running Menggunakan Emulator
Sebelum menggunakan emulator, Anda perlu memastikan beberapa hal berikut ini:

Virtualization
Untuk menjalankan emulator di dalam Android Studio, pastikan aspek virtualization. Sistem Anda harus memenuhi persyaratannya, yakni ketentuan prosesor dan sistem operasi dari laptop / PC yang Anda gunakan.
Processor 
  • Prosesor Intel: Jika laptop/pc Anda menggunakan prosesor Intel, maka pastikan ia mendukung Intel VT-x, Intel EM64T (Intel 64), dan Execute Disable (XD) Bit functionality.
  • Prosesor AMD  Jika laptop/pc Anda menggunakan AMD, maka pastikan bahwa ia support dengan AMD Virtualization (AMD-V) dan Supplemental Streaming SIMD Extensions 3 (SSSE3).
Sistem Operasi
  • Intel : Jika menggunakan processor Intel maka Anda dapat menjalankannya di sistem operasi Windows, Linux, maupun Mac
  • AMD : Untuk prosesor AMD maka hanya bisa menjalankannya di sistem operasi Linux.

Menginstal Hardware Accelerated Execution Manager (HAXM)
Setelah memenuhi persyaratan di atas, langkah selanjutnya adalah menginstal HAXM. HAXM adalah hardware-assisted virtualization engine yang menggunakan teknologi VT dari Intel untuk mempercepat aplikasi Android yang diemulasi di mesin host. HAXM diperlukan untuk menjalankan emulator di Android Studio.

HAXM diperlukan jika sistem operasi yang Anda gunakan adalah Windows atau Mac. Untuk menginstalnya, ikuti petunjuk berikut ini.
  1. Buka SDK Manager.
  2. Pilih SDK Update Sites, kemudian hidupkan Intel HAXM.
  3. Tekan OK.
  4. Cari berkas installer-nya di directory folder sdk komputer anda,
    ~sdk\extras\intel\Hardware_Accelerated_Execution_Manager\intelhaxm-android.exe.
  5. Jalankan installer dan ikuti petunjuknya sampai selesai.

Menginstal Kernel-based Virtual Machine (KVM) untuk Pengguna Linux
Karena HAXM hanya untuk Windows dan Mac, bagaimana dengan sistem operasi Linux? Untuk Linux, Anda harus menginstal KVM. Sistem operasi Linux dapat support accelerated virtual machine dengan menggunakan KVM. Untuk instal KVM, Anda bisa menggunakan perintah berikut ini.

$ sudo apt-get install qemu-kvm libvirt-bin ubuntu-vm-builder bridge-utils ia32-libs-multiarch
Selengkapnya dapat Anda baca pada halaman ini https://developer.android.com/studio/run/emulator.html
https://developer.android.com/studio/run/emulator-acceleration.html

Menggunakan Emulator
Setelah Anda memastikan bahwa virtualization bisa berjalan di komputer Anda, ikuti langkah-langkah berikut untuk menjalankan aplikasi kita dengan menggunakan emulator built-in dari Android Studio.
1. Jalankan ikon201804171944099cc1e52abb263e031f78a155b8f4430d., kemudian akan muncul dialog seperti ini. Mari kita coba buat emulator baru dengan memilih Create New Virtual Device.

  1. Akan muncul dialog dengan pilihan beberapa emulator yang bisa langsung Anda gunakan.
    20170703035259a53199a24044acc8ff5f37f7b40881dd.png
  2. Jika anda ingin membuat spesifikasi hardware (perangkat keras) sendiri, Anda bisa memilihnya pada pilihan New Hardware Profile. Akan muncul dialog seperti di bawah ini.
    20170703035339929685ad446da85ff91dbd53cd5f696c.png
    Anda dapat menentukan konfigurasi hardware sesuai dengan kebutuhan Anda. Yang perlu diingat adalah untuk menggunakan konfigurasi emulator yang sesuai dengan kemampuan laptop atau komputer yang Anda gunakan.
  3. Anda dapat membuat hardware emulator baru atau memilih hardware emulator yang sudah ada. Setelah memilih hardware emulator, akan muncul dialog seperti ini.
    20170810084118d0e3837f61384450bf1fa1af27a716aa.
    Pada dialog ini Anda akan memilih versi android dari emulator yang akan anda buat. Pada dialog tersebut, Anda perlu memilih versi yang sudah diunduh yaitu Nougat. Tombol download di sebelah kanan versi menunjukkan bahwa anda perlu mengunduhnya terlebih dahulu jika ingin menggunakannya.
  4. Selanjutnya klik Next. Akan muncul dialog verify configuration. Pada dialog ini, Anda bisa memeriksa konfigurasi dari emulator yang Anda pilih.
    20170810084815c2b044a8a41011f3e2d95221a3038540.Pada bagian kiri bawah, terdapat tombol Show Advanced Settings. Bila Anda menekan tombol ini, maka akan muncul tampilan dialog baru seperti gambar di bawah ini.
    20170810085007110bc8c3168eba572a45d64204302102.Pada bagian advanced setting, Anda bisa mengubah konfigurasi hardware yang telah ditentukan sebelumnya.
  5. Jika sudah selesai, Anda dapat menekan tombol FinishAnda dapat membuka emulatornya dengan menekan tombol hijau yang ada di sebelah kanan.
    2017081008531554a0c16c265044ac8155a40664869f1f.
  6. Pengaturan emulator sudah selesai dan bisa langsung dijalankan.

Run dengan device
Bila Anda hendak melakukan run atau debugging, lebih baik Anda menjalankannya pada peranti smartphone asli. Running dengan menggunakan peranti memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan emulator yaitu :
  • Lebih cepat;
  • Fitur seperti geo-location, push notif bisa digunakan;
  • Bisa mengetahui daya serap baterai terhadap aplikasi.
  • Lebih mudah

Dengan menggunakan peranti smartphone asli, kita dapat memastikan bahwa aplikasi kita berjalan dengan wajar ketika sudah sampai di tangan pengguna. Kendala dari pendekatan ini adalah beragamnya model peranti yang ada di pasaran. Namun, pembahasan mengenai hal tersebut berada diluar cakupan kelas ini.
Mari ikuti langkah-langkah untuk menjalankan proses run atau debugging. Tampilan dari langkah berikut bisa dipastikan akan berbeda dengan peranti yang Anda pakai. Akan tetapi secara garis besar langkahnya akan sama.
  1. Pastikan peranti yang akan dipakai sesuai dengan target SDK atau paling tidak mendukung versi SDK terendah yang digunakan aplikasi.
  2. Buka setting dan masuk ke dalam menu About. Pada halaman menu ini, Anda perlu menemukan informasi tentang Build number.
    201706160735347367f3840375e31b8802c975782753fc.png20170616073548a7cf0c0b2bd73b71e2abf3d95bdf3b7c.png20170616073559c33da2df205cb9e24f2005b68817fd3a.png
  3. Kemudian tekan Build number sebanyak 7 kali.
    20170616073629d5a814a660ebbb3e8edd3cb3520fabde.png201706160736453e7019235f27ae5265f332e98690060c.png

    20170616073657f03a8f2c2974829cd2a0f84058f98a63.png
  4. Kembali ke menu setting di awal dan akan muncul menu baru di bawah about yaitu Developer Options.
    20170616073723dba92818fc3538852520eab20301c04e.png
  5. Masuk ke dalam menu Developer Options dan pastikan opsi USB Debugging Mode sudah nyala.
    20170616073802b830d4cf24a157a65ad97d04248cf0da.png
  6. Setelah menyelesaikan pengaturan pada peranti, maka peranti dapat dihubungkan dengan laptop atau komputer yang Anda pakai.

Catatan : Beberapa vendor smartphone memiliki sistem operasi yang unik. Tampilan setting dan letak opsi bisa jadi tidak sama dengan gambar di atas.
Beberapa vendor juga mengharuskan Anda untuk mengunduh driver khusus sebelum bisa menghubungkannya ke Android Studio. Kami sarankan untuk mengunjungi website / membaca petunjuk yang sesuai dengan vendor dari peranti Anda.

sumber : Modul Program Beasiswa Google - dicoding.com
Selasa, 31 Juli 2018

Program Beasiswa Untuk Dosen & Mahasiswa, disponsori oleh Google

Kelas ini didesain oleh Google Authorized Training Partner untuk developer Android di Indonesia. Peserta akan mempelajari materi dasar Android dalam 30 hari dan diarahkan untuk membuat aplikasi sederhana. Terdapat 27 modul yang juga merupakan bagian dari Kelas Menjadi Android Developer Expert.

Peserta disarankan setidaknya memiliki pengetahuan tentang programming Java dan atau pemrograman berorientasi objek. Sistem pembelajaran adalah online (dapat diakses kapanpun dan darimanapun selama tersedia internet) dan kehadiran tatap muka tidak diperlukan. Tools yang diwajibkan untuk kelas belajar Android ini adalah Android Studio. Peserta harus submit satu proyek akhir yang akan direview oleh developer expert untuk mendapatkan sertifikat dari kelas ini. Bila menginginkan materi yang lebih komprehensif, silahkan mengikuti kelas Menjadi Android Developer Expert.


Belajar Gratis! Investasi yang dibutuhkan untuk Sertifikasi di kelas ini adalah Rp. 400.000 atau menggunakan 400 dicoding points.

Untuk Dosen & Mahasiswa yang tertarik belajar Android Programing:

Menjadi Android Developer Expert
http://bit.ly/Menjadi-Android-Developer-Expert

Belajar Membuat Aplikasi Android untuk Pemula
http://bit.ly/Android-Untuk-Pemula
#BantuShare #AndroidPrograming #ProgramBeasiswaGoogle




Rabu, 28 Maret 2018

Aplikasi Penjualan Point of Sale (POS)

Walaupun omsetnya masih segini,
Tapi toolsnya sangat membantu sekali buat saya.

Aplikasi Penjualan Point of Sale (POS) Revolusioner Yang Telah Dipercaya 7,881 Pebisnis Online Indonesia Untuk Membantu Melejitkan Omset Penjualan via Chat WhatsApp, Messenger, dan Telegram

Tingkatkan Penjualan 3x Lebih Banyak, Lebih Cepat & Lebih Mudah



Silahkan coba sendiri toolsnya disini => http://bit.ly/MelisaPOS
(Gunakan kode kupon "7E8E49EF"  saat pembelian)



Salam Share
www.WebsitePraktis.com
www.Hadil.co.id
www.FiberOptik.co.id
Selasa, 27 Maret 2018

Riset Kata Kunci Untuk Meningkatkan Penjualan Online


Berbeda dengan jenis Riset Produk pertama yang mencari produk itu laris ato ngga. . .jenis Riset ini bertujuan untuk mencari kata kunci yang banyak di ketikkan pengguna internet di google saat mencari produk kita.

Jenis riset ini diperuntukkan untuk yang jualannya via Blog , Youtube, eh FP n Twitter juga bisa di optimasi dari riset ini. Jadi riset ini bertujuan agar ‘TOKO’ jualan kamu muncul di halaman #1 Google
dengan kata kunci tertentu. Jadi nanti kalo ada orang yang pengen cari headphone di google bisa nemu
‘toko’ kamu di #1 google Keren ga?? MAU ? ayo lanjut dah. . .

inget kata maha guru Jualan Online saya:
“ Kunci Dari Segala Kunci Adalah KATA KUNCI “
Jadi di sini saya akan ajarkan cara me RISET Kata Kunci Produk yang akan kita jual biar bisa nangkring di Halaman #1 Google dengan Kata Kunci tertentu..
- - -
Sebelum masuk materi
Sebaiknya kamu harus tahu dulu tentang buying keyword. Ini penting karena fokus kita posting untuk jualan produk. Apa itu Buying Keyword ...??? Buying keyword adalah kata kunci yang dipakai oleh pengguna search engine ( contoh : Google ) untuk membeli produk tertentu.
Contoh :
Ketika ada orang yang ingin membeli mobil maka di Google Search dia akan mengetik kata kunci " beli mobil ". Nah kata kunci itu tadi tinggal ditambah dengan kata lain yang sekiranya nyambung dengan kalimat intinya. Contoh :
" beli mobil + murah " / " beli mobil + di Surabaya " / " beli mobil + second ".
Berikut beberapa contoh buying keyword:



Karena produk yang akan kita riset :
Smart Bass Over Ear Headphone
Saya akan coba ambil kata “jual headphone” untuk riset di Google Suggestion dulu.
Apa lagi Google Suggestion om?
Ini lho. . . kalo misal kamu ketik kata kunci di kotak pencarian Google, sebelum tekan enter pasti akan muncul Suggestion Kata kunci lainnya.

RISET KATA KUNCI PRODUK
Bingung???
Gini lho... misal saya mau nyari /ketik kata kunci “jual headhphone” di kotak
pencarian google, sebelum saya tekan enter. . nanti akan ada 10 kata kunci
lainnya yang muncul (daftar ke bawah)

RISET KATA KUNCI PRODUK
Nah nongol 10 suggestionnya kan, langsung di catat dulu di kertas yakk. . . pilih yang relevan dengan produk yang akan kita jual. Misal:
- jual headphone murah
- jual headphone sony
2 kata kunci itu yang relevan dengan produk headhphone :
Smart Bass Over Ear Headphone

2 doang om??
Nda dong. . . cari lagi terus. . .
Sekarang kita cari kata kunci turunannya dari kata kunci diatas, misal kita cari kata kunci turunan dari “jual headphone sony ” . . .begini:

RISET KATA KUNCI PRODUK
Dapet tuh, kata kunci yang baru, ambil yang relevan dengan produk saja.
- Jual Headphone Sony Original
- Jual Headphone Sony murah
- Jual Headphone Sony jogja
- Jual Headphone Sony mdr
- Jual Headphone Sony Surabaya
Lakukan juga cara yang sama di pencarian kata kunci turunan dari “jual headphone murah”

Itu doang??
Tenang. . . saya kasih tehnik cari kata kunci lain lagi yang lebih keren.
Coba kamu ketik:
“ jual headphone a (diam) “
“ jual headphone b (diam) “
“ jual headphone c (diam) “
Dst. . . . seperti ini:

RISET KATA KUNCI PRODUK
Tulis lagi beberapa kata kunci yang baru nongol itu ,yang relevan dengan produk.
. . . .
“Banyak banget kata kuncinya om ?? mang nanti buat apa to?”

Gini gaes. . .
misal ada orang pengen beli dan mencari Headphone merk sony di google, lalu mengetik kata kunci:
1. “ Jual Headphone Sony mdr ” . . . lalu muncul ‘toko’ jualan saya di #1 google
2. “ Jual Headphone Sony Original ” . . . lalu muncul ‘toko’ jualan saya di #1 google
3. “ Jual Headphone Sony Surabaya ” . . . lalu muncul ‘toko’ jualan saya di #1 google
4. dst. . .dst. . . ketik kata kunci yang lain (hasil riset) selalu ada ‘toko’ saya di #1 Google.

RISET KATA KUNCI PRODUK
NB:
‘TOKO’ jualan maksudnya: kita membuat akun FB, Twitter, Blog, web, Toped, Youtube untuk jualan produk headphone... jadi saya anggap itu sebagai ‘toko’ nya produk saya.

“Wow, gimana cara bikin akun jualan itu om? “
Tenang. . . pantengin di GRUP terus yah. Nanti Akan saya bikinin EBOOK nya.
- Cara Optimasi ‘Toko’ jualan
- Cara Intip saingan / kompetitor
- Cara nembak Target Market ala Sniper
- dll
Tapi, Sekarang yang kita bahas tentang SUPER RISET nya dulu. 
- - - - -
Yuk lanjut lagi. . .
Gimana? Penak to, kalo tiap kata kunci selalu ada ‘Toko’ kita nyantol di #1 google. . . BANJIR ORDER dah nantinya . \m/ yihaaiiii
. . .
Apalagi kalo kamu bisa meng OPTIMASI SEMUA akun ‘Toko’ jualan . Apa yang terjadi ??
Di tiap kata kunci hasil riset, kamu akan MENGUASAI halaman #1 Google gaes.
. .
Liat gbr dibawah ini, misal orang mencari headphone dengan mengetikkan kata kunci ‘jual
headphone sony mdr’ , apabila saya sudah meng optimasi semua akun ‘TOKO’ jualan yang ada. . .
apa yang terjadi ???

RISET KATA KUNCI PRODUK
Jreng jreng jreng. . . .
Semua akun ‘toko’ jualan saya nangkring di halaman #1 GOOGLE semua. Jadi orang yang mencari headphone, selalu menuju ke ‘toko’ jualan saya. BANJIR ORDERRRRR. . . .

NB:
Sebenarnya saya akan memasukkan materi Riset dengan Google Trends juga. Itu fungsinya untuk mencari target kota mana yang banyak mengetikkan target kata kunci kita.
Tapi di sini, dari Riset di google Suggest pun kita sudah mendapatkan kota-kota mana saja yang muncul di kata kunci yang di target.
. . .
Begini lho, riset di Google Trends
1. Buka https://www.google.co.id/trends/
2. ketikkan kata kunci ‘ jual headphone’ di kotak pencarian, lalu setting
negara: indonesia.
Waktu: 12 bulan terakhir

RISET KATA KUNCI PRODUK
Cek grafiknya: naik turun tapi masih dalam kategori stabil, jadi kata kunci ini termasuk stabil pencariannya.

3. liat di kota mana saja kata kunci “jual Headphone” di ketik/dicari

RISET KATA KUNCI PRODUK
Dengan mendapatkan target Kota pencarian terbanyak, kita jadi bisa FOKUS nembak Kata kunci ‘ jual headphone di Jakarta’ dan ‘ jual headphone di Surabaya’
Jangan memakai kata kunci ‘jual headphone di papua’ . . . mungkin ada yang nyari sih. . .tapi volumenya sedikit, lebih baik FOKUS kan dengan menembak kata kunci dengan banyak pencariannya saja

Salam 300 Juta,
Andre Juragan


sumber : http://ustadblogger.blogspot.co.id

Jumat, 23 Maret 2018

Beberapa Plugin, Tool dan Library Untuk Membuat Custom Web Application

WordPress adalah platform CMS yang sangat tangguh bahkan untuk membuat aplikasi berbasis web seperti CRM, Event Management, Sales Management dan lain-lain. Walaupun demikian, membuat aplikasi seperti itu tidak semudah yang dibayangkan jika hanya mengandalkan core dari WordPress. Untuk itulah dibutuhkan plugin-plugin atau tool/library/helper/framework untuk custom development.
Berikut adalah daftar plugin/library yang biasa saya gunakan dalam mempercepat proses development.

WPPB.ME

Ada 2 cara dalam meng-extend WordPress, cara pertama yaitu dengan membuat Theme/Child Theme dan cara kedua adalah membuat Plugin. Sehubungan saya bukan ahli dalam web desain, maka saya pilih opsi membuat plugin. WPPB adalah generator untuk membuat boilerplate plugin berdasar pada WPPB besutan Tom McFarlin yang kini dikelola oleh Devin Vinson.

 

Composer

Adalah tool dependency manager untuk PHP, biasanya saya “membungkus” beberapa plugin/library menggunakan composer sebagai dependency sehingga user tidak perlu menginstall banyak plugin. Mempelajari bagaimana composer bekerja adalah investasi yang berharga bagi para developer PHP, tidak terkecuali developer WordPress.

PostTypes v2.0

WordPress sudah menyiapkan fungsi-fungsi untuk membuat Custom Post Type, namun beberapa library seperti PostTypes membantu kita dalam mempercepat proses pembuatannya. Beberapa alternatif yang dapat Anda gunakan diantaranya : GenerateWP (native), Extended-CPTs (untuk PHP 7) dan Custom Post Type UI (plugin).

WP Eloquent

Walaupun wpdb (class dalam WordPress untuk memanipulasi database) sudah sangat baik, terutama bagi Anda yang bekerja dengan custom tables. Tetapi jika Anda ingin mengimplementasikan ORM maka Anda butuh library seperti WP Eloquent, sesuai namanya, library tersebut menggunakan Eloquent ORM dari Laravel. Selain itu model untuk tabel-tabel WordPress sudah tersedia, yaitu:
  • Post
  • Comment
  • Post Meta
  • User
  • User Meta

Advanced Custom Fields (ACF) Pro

Membuat form pada halaman admin menjadi sangat menyenangkan dengan plugin ini. Anda dapat membuat berbagai aplikasi dengan memanfaatkan Custom Post Type & Custom Fields, atau minimal untuk membuat prototype/mockup sebelum Anda membuat aplikasi sebenarnya.
Dengan ACF Pro membuat form seperti pada gambar dibawah ini menjadi sangat-sangat mudah.

Selain itu Anda dapat “meng-include” ACF ke dalam theme/plugin buatan Anda sendiri  menjadi sebuah produk tunggal. Silahkan lihat tutorial ini untuk lebih jelasnya.
ACF Pro Installer versi Composer juga tersedia pada url https://github.com/PhilippBaschke/acf-pro-installer. Anda tetap perlu Lisence Key agar dapat mendownload source code-nya.
ACF Pro dibundle dengan harga AUD 25 untuk single site, sedangkan untuk lisensi developer AUD 100 untuk unlimited sites, kedua lisensi tersebut akan mendapatkan update selamanya. Sebuah investasi yang masuk akal.

ACF Theme Code Pro

Plugin ini sangat berguna dalam menghemat waktu, Anda tidak perlu membuka dokumentasi ACF untuk menampilkan field-field pada theme.  Plugin ini akan men-generate kode-kode untuk anda “tempel” pada bagian presentasi/theme website Anda.

Anda tidak perlu memasang plugin ini pada production site, karena memang digunakan untuk development/staging saja.

Advanced Forms

Jika Anda sudah memiliki ACF Pro, Anda tidak perlu lagi membeli plugin untuk membuat form pada front page. Advanced Forms dapat Anda perloleh secara gratis pada WordPress Plugin Repository . Dengan plugin ini semua field pada ACF dapat ditampilkan pada bagian front end website Anda.

wpDataTables

Ketika client Anda membutuhkan laporan dalam bentuk tabel atau grafis, maka wpDataTables adalah penyelamat Anda. Dengan plugin ini membuat tabel data yang responsive dan chart report menjadi sangat mudah, sumber data bisa dari table dalam database yang sama (atau database lain) melalui query SQL, file CSV, Google Doc atau tabel yang Anda buat sendiri melalui plugin ini.
Berikut contoh hasil menggunakan wpDataTables

Table/chart dapat ditampilkan pada bagian backend (admin) ataupun bagian frontend. Sangat menarik bukan?

CSS Hero

Kustomasi theme/plugin yang tidak kita buat sendiri akan cukup merepotkan, namun saya menemukan CSS Hero yang amat sangat membantu dalam mengkustomasi penampilan theme/plugin dari pihak ketiga.
Dengan CSS Hero saya sudah tidak membutuhkan plugin page builder dan semua hasil CSS dapat diimpor sehingga kita tidak perlu memasang plugin ini pada production site. Saksikan video berikut, untuk mengetahui bagaimana plugin ini bekerja.


Kesimpulan

Membangun custom web application memang bukan hal yang mudah, namun dengan WordPress Anda tidak perlu membangun semua itu dari awal. Minimal kita sudah menapatkan basic functionality berupa User Management, User Authentication, Database Wrapper dan Content Management System. Selanjutnya hanya memikirkan bagaimana flow bisnisnya.
Namun itu semua hanya pendapat saya semata, Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk mengejar mimpi Anda. Teruslah berkarya dan semoga kita semua makin berjaya dengan pilihan masing-masing.
Happy WordPressing

sumber : https://solusipress.com
Jumat, 28 April 2017

Studi Kasus [HTML + JavaScript] Objek Select

Berikut latihan Studi Kasus [HTML + JavaScript] Objek Select


Hasil :
Penggunaan Select

Pilih Jurusan :



Jurusan:

Studi Kasus [HTML + JavaScript] Object Text Area

Berikut latihan Studi Kasus [HTML + JavaScript] Object Text Area



Hasil :
Memasukan Data Pada TextArea
Masukan :


Keluaran