Studi Kasus JavaScript : Penempatan JavaScript

shares

Seperti CSS, kode JavaScript bisa diletakkan secara internal di dalam dokumen HTML, maupun diletakkan secara eksternal dalam sebuah file berekstensi .js. Seperti halnya CSS, metode penempatan JavaScript secara eksternal lebih direkomendasikan. Selain memudahkan pengelolaan kodenya karena terpisah dari dokumen HTML, file JavaScript akan di-cache browser sehingga mempercepat waktu muat halaman web di sesi berikutnya.

Jika diletakkan secara internal, kode JavaScript bisa disisipkan di bagian elemen head maupun elemen body. Beberapa dengan CSS yang lebih disarankan untuk didefinisikan di bagian elemen head, kode JavaScript lebih disarankan untuk diletakan di elemen body pada bagian akhir. Pertimbangannya karena halaman web menjadi lebih cepat dimuat, tidak terbebani waktu untuk memuat kode JavaScript terlebih dahulu. Hal ini juga berlaku pada metode perujukan file eksternal JavaScript.
Penulisan kode JavaScript secara internal di dokumen HTML diletakan antara Tag pembuka <script> dan Tag penutup </script>.

1:  <script>  
2: Kode-kode JavaScript di sini;
3: </script>

Untuk merujuk file JavaScript eksternal di dokumen HTML, sisipkan URL file-nya menggunakan attribute src di tag pembuka <script>:

 <script src=”lokasi/namafile.js”></script>  

Sebagai catatan, pada teknik lama, penulisan tag pembuka <script> disertai attribute type, yaitu:

 <script type=”text/javascript”>  

Namun cara ini sudah tidak diperlukan. Melalui HTML5, anda cukup mengguanakn tag pembuka <script> tanpa disertai attribute type, seperti yang dicontohkan diawal.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar

Cara Membuat Website dan Toko Online WebsitePraktis.com
atau SMS/Telpon/WhatsApp 0857 11171946